Beberapa Keadaan Manusia Ketika di Padang Mahsyar

Kahutify.com


Sebagai insan yang beriman kepada hari akhir, tentu kita yakin dan percaya bahwa kelak kita akan dikumpulkan di padang mahsyar.
Lantas pertanyaan nya, bagaimana kondisi kita pada saat itu?

Berikut ini adalah beberapa keadaan dan kondisi manusia ketika berada di padang mahsyar.

Kondisi Manusia Secara Umum

Dibangkitkan dalam keadaan tanpa busana, tanpa alas kaki, dan tidak berkhitan.

Kondisi Para Pendosa

1. Dibangkitkan dalam keadaan terbalik, kepalanya berada di bawah. Dan mereka adalah orang-orang kafir.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

اَلَّذِيْنَ يُحْشَرُوْنَ عَلٰى وُجُوْهِهِمْ اِلٰى جَهَـنَّمَۙاُولٰۤٮِٕكَ شَرٌّ مَّكَانًا وَّاَضَلُّ سَبِيْلًا

“Orang-orang yang dihimpunkan ke neraka Jahanam dengan diseret atas muka-muka mereka, mereka itulah orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya.” [QS. Al-Furqan : 34]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya oleh seseorang,

قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ يُحْشَرُ الْكَافِرُ عَلَى وَجْهِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ؟


Wahai Rasulullah, bagaimanakah orang kafir digiring masuk ke neraka Jahanam di atas mukanya?" Rasulullah ﷺ menjawab,

”إِنَّ الَّذِي أَمْشَاهُ عَلَى رِجْلَيْهِ قَادِرٌ أَنْ يُمشِيَه عَلَى وَجْهِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.“

“Sesungguhnya yang telah membuatnya berjalan di atas kedua kakinya mampu untuk membuatnya berjalan dengan mukanya di hari kiamat nanti.” [HR. Al-Bukhari no. 6523 dan Muslim no. 2806 dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu]

2. Dibangkitkan dalam keadaan tidak memiliki daging apapun yang menutupi wajahnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِىَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِى وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ.“

“Seseorang yang selalu meminta-minta kepada orang lain, sehingga pada hari kiamat ia akan menghadap Allah dalam keadaan tidak sekerat daging sama sekali di wajahnya” [HR. Bukhari no. 1475, Muslim no. 1040]

3. Dibangkitkan dalam keadaan sebesar semut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَالِ يَغْشَاهُمْ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَيُسَاقُونَ إِلَى سِجْنٍ فِي جَهَنَّمَ يُسَمَّى بُولَسَ تَعْلُوهُمْ نَارُ الْأَنْيَارِ يُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ طِينَةَ الْخَبَالِ.“

“Pada hari kiamat orang-orang yang sombong akan digiring dan dikumpulkan seperti semut kecil, di dalam bentuk manusia, kehinaan akan meliputi mereka dari berbagai sisi. Mereka akan digiring menuju sebuah penjara di dalam Jahannam yang namanya Bulas. Api neraka yang sangat panas akan membakar mereka. Mereka akan diberi minum dari thinatul khabal, yaitu lumpur nanah dan kotoran penduduk neraka.” [HR. al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 557 dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma]

4. Dibangkitkan dalam keadaan dikalungkan 7 lapis / tingkat bumi


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

”مَنِ اقْتَطَعَ شِبْرًا مِنَ الْأَرْضِ ظُلْمًا طَوَّقَهُ اللَّهُ إِيَّاهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ.“

“Barang siapa yang merampas sejengkal tanah dengan zhalim; maka dia akan dikalungkan dengan tujuh lapis bumi.” [HR. Al-Bukhari no. 3198 dan Muslim no. 1610 dari sahabat Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma]

“Secara Zalim” bukan maknanya, ada bentuk merampas yang tidak zalim, namun maksudnya adalah sebagai penegasan.

“Sejengkal tanah” bukan juga maksudnya bila kurang dari sejengkal dibolehkan, namun maksudnya ialah Mubalaghoh (untuk menunjukkan sesuatu itu besar) artinya, jangan meremehkan dosa merampas tanah/batasan tanah orang lain walaupun sedikit, karena dosa merampas tanah sekecil apapun walau sejengkal akan dikalungkan dengan 7 lapis bumi pada hari kiamat.

5. Dibangkitkan dalam keadaan memiliki 2 lidah dari api.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”مَنْ كَانَ ذَا وَجْهَيْنِ فِيْ الدُّنْيَا كَانَ لَهُ يَوْمَ القِيَامَةِ لِسَانَانِ مِنَ نَارٍ.“

“Siapa saja yang memiliki 2 wajah di dunia, maka dia akan memiliki 2 lidah dari api pada hari kiamat kelak” [HR. Abu Daud, shahih lighairih, lihat as-Shahihah no. 992]

Keadaan Orang Beriman Ketika Dibangkitkan pada Hari Kiamat


1. Dibangkitkan dalam keadaan berlumuran darah namun beraroma harum misk.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


”كُلُّ كَلۡمٍ يُكۡلَمُهُ الۡمُسۡلِمُ فِي سَبِيلِ اللهِ. ثُمَّ تَكُونُ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ كَهَيۡئَتِهَا إِذَا طُعِنَتۡ تَفَجَّرُ دَمًا. اللَّوۡنُ لَوۡنُ دَمٍ وَالۡعَرۡفُ عَرۡفُ الۡمِسۡكِ.“

“Setiap luka yang seorang muslim yang luka tersebut ia dapatkan di jalan Allah, kemudian pada hari kiamat luka tersebut memancarkan darah seperti keadaannya sewaktu ditusuk. Warnanya merah darah dan aromanya aroma misik.” [HR. Muslim no. 1876 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda terkait jenazah sahabat yang wafat pada perang Uhud,

”لَا تُغَسِّلُوهُمْ، فَإِنَّ كُلَّ جُرْحٍ –أَوْ كُلَّ دَمٍ– يَفُوحُ مِسْكًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ.“

“Jangan kalian mandikan mereka, karena setiap luka atau darah, akan mengelluarkan bau harum minyak misk pada hari kiamat.” [HR. Ahmad 14189 dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma dan dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth]

2. Dibangkitkan dalam keadaan anggota tubuhnya bercahaya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”إنَّ أمتي يُدْعَون يومَ القيَامةِ غُرُّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثارِ الْوُضُوءِ.“

“Sesungguhnya umatku akan dihadirkan pada hari kiamat dalam keadaan putih bercahaya disebabkan bekas wudhu.” [HR. Bukhari no. 136 dan Muslim no. 246 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]

Wallohu'alam.

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Masyaallah, semoga kita tergolong manusia beriman saat dibangkiykan di hari kiamat kelak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin
      Terimakasih sudah berkunjung

      Hapus