Kedudukan Akhlak dalam Islam

kahutify

Islam adalah agama rahmat bagi seluruh alam. Salah satu misi utama dalam islam adalah memperbaiki dan menyempurnakan akhlak. Jika kita merujuk kepada Al-Qur'an dan Hadits, maka kita akan menemui ada banyak dalil yang menegaskan keharusan berakhlak mulia. Bahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri langsung memberikan suri tauladan terbaik. Sebagian besar orang kafir masuk Islam lantaran begitu anggunnya akhlak Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau mengatakan, “Aku diutus untuk memperbaiki akhlak manusia”.

Karenanya, beriman kepada Allah dan Rasul tidak cukup dengan meyakini keesaan Tuhan dan keberadaan Rasulullah sebagai utusan Allah, akan tetapi juga harus disempurnakan dengan berakhlak baik pada manusia dan kepada makhluk ciptaan lainnya. Hal ini karena substansi dari keimanan pada hakikatnya adalah terwujudnya akhlak mulia. Maka semakin tinggi keimanan seseorang mestinya akhlaknya juga semakin baik. Dalam kitab Madaarij as Saalikin, Ibnul Qayyim berkata, "Agama ini semuanya akhlak. Siapa yang mengunggulimu dalam akhlak, maka ia telah mengunggulimu dalam agama."

Setelah kita mengetahui betapa pentingnya akhlak dalam beragama, maka dalam tulisan ini penulis mencoba memberikan poin-poin tentang Kedudukan Akhlak dalam Islam sebagaimana yang disampaikan oleh Ust. Mubarak Bamu’allim, LC, M.HI. Hafizhahullah.

1. Seorang mukmin hendaknya selalu berharap amal ibadahnya diterima Allah Taala, sebagaimana Kekasih Allah Ibrahim bersama Nabi Isma’il ‘alaihimassalam ketika membangun Ka’bah berdoa agar amalan diterima Allah Taala, padahal beliau adalah kekasih Allah, sedang membangun rumah Allah dan di tanah yang paling suci di sisi Allah,


وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ


Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". QS. Albaqarah: 127.

dan juga Kekasih Allah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa di setiap pagi agar amalan diterima:

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ إِذَا صَلَّى الصُّبْحَ حِينَ يُسَلِّمُ : " اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا "
Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sering berdoa jika telh selesai shlat subuh setelah salam: Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal hang diterima.” HR. Ibnu Majah.

2. Jangan mudah tertipu dengan amal ibadah yang sudah dikerjakan, tetapi seorang mukmin harus selalu berharap amalnya diterima Allah Taala.

3. Luruskanlah niat dalam menuntut ilmu

" مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ ؛ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى يَرْجِعَ "
Siapa saja yang keluar dalam menuntut ilmu maka ia fi sabilillah sampai pulang kembali.
(HR. Tirmidzi)

4. Islam adalah satu paket, mencakup; akidah, akhlak dan ibadah.

5. Seorang berakhlak mulia disebabkan akidah yang benar.

6. Pengutusan Rasul adalah nikmat Allah yang sangat besar.

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ


Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.

7. Apabila umat ini ingin menggapai kemuliaan sebagaimana para salaf saleh terdahulu, maka tidak ada jalan lain kecuali dengan dua perkara; ilmu yang bermanfaat dan beramal saleh.

8. Siapa yang belajar tauhid dan manhaj, hendaknya ada bekas dalam perangai dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

9. Terkadang seseorang tidak mempunyai ilmu, tetapi ia memiliki akhlak yang mulia, maka itu menjadi daya tarik tersendiri dalam mengajak kepada agama Islam.

10. Dengan apa kita berakhlak mulia dengan mantauhidkan Allah, mengikhlaskan amal ibadah kita.

11. Akhlak sesuatu yang tidak terbagi dari iman.
الأخلاق لا يتجزأ عن الإيمان

12. Muncul dari para shahabat radhiyallahu ‘anhum kehatian-hatian dalam perkara lisan, karena mereka meyakini adanya hari hisab dan permintaan tanggung jawaban.

13. Di dalam Alquran, Allah menggabungkan Antara akidah (iman) dengan akhlak yang mulia.

لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. QS. Al Baqarah:177.

14. Menepati janji adalah akhlak yang mulia.

15. Orang yang benar imannya, yaitu yang mengumpulkan antara akidah, akhlak, dan ibadah.

16. Akhlak yang mulia adalah puncak keimanan.

" أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ".

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ، فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ ؟ قَالَ : " أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ". قَالَ : فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ ؟ قَالَ : " أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا، وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ ".

17. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah di dalam Al Aqidah Al wasithiyyah tentang akhlak. Ini menunjukkan akhlak mulia tidak bisa dipisahkan dari akidah.

‏ وَيَدْعُونَ إِلَى مَكَارِمِالأَخْلاقِ، وَمَحَاسِنِ الأَعْمَالِ، وَيَعْتَقِدُونَ مَعْنَى قَوْلِهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ‏:‏ ‏(‏أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا‏)‏‏.‏ وَيَنْدُبُونَ إِلَى أَنْ تَصِلَ مَنْ قَطَعَكَ،وَتُعْطِيَ مَنْ حَرَمَكَ، وَتَعْفُوَ عَمَّنْ ظَلَمَكَ‏.‏ وَيَأْمُرُونَ بِبِرِّ الْوَالِدَيْنِ، وَصِلَةِ الأَرْحَامِ،وَحُسْنِ الْجِوَارِ، وَالإِحْسِانِ إلَى الْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ، وَالرِّفْقِبِالْمَمْلُوكِ‏.‏ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْفَخْرِ، وَالْخُيَلاءِ، وَالْبَغْيِ، وَالاسْتِطَالَةِ عَلَى الْخَلْقِ بِحَقٍّأَوْ بِغَيْرِ حَقٍّ‏.‏ وَيَأْمُرُونَ بِمَعَالِي الأَخْلاَقِ،َوَيَنْهَوْنَ عَنْ سَفْسَاِفِِهَا‏.‏

18. Sumber pertama dari Akhlak yang baik adalah Quran yang mulia.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. QS. An Nahl: 90.


Ini ayat mencakup perintah kepada ayat yang mulia dan melarang dari akhlak yang buruk.

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Katakanlah: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui".

Ayat ini juga perintah kepada akhlak yang mulia dan melarang dari akhlak yang buruk.

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِّنكُمْ وَأَنتُم مُّعْرِضُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ

Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.

19. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan akhlak mulia, saat beliau menaklukan kota Mekkah dan beliau memaafkan semua yang pernah menzalimi beliau dahulu.

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

20. Akhlak mulia dari buah akidah yang benar.

21. Sebagai orangtua harus membiasakan anak kebiasaan-kebiasaan yang baik.

22. Sumber kedua akhlak yang mulia adalah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامِ بْنِ عَامِرٍ ، قَالَ : أَتَيْتُ عَائِشَةَ ، فَقُلْتُ : يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ، أَخْبِرِينِي بِخُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. قَالَتْ : كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ ، أَمَا تَقْرَأُ الْقُرْآنَ، قَوْلَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ : { وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ } ؟ قُلْتُ : فَإِنِّي أُرِيدُ أَنْ أَتَبَتَّلَ. قَالَتْ : لَا تَفْعَلْ، أَمَا تَقْرَأُ : { لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ } ؟ فَقَدْ تَزَوَّجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَقَدْ وُلِدَ لَهُ.
23. Dalil bahwa sumber sunnah adalah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

مَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنكُمْ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. QS. Al Hasyr: 7.

24. Jika seseorang berusaha untuk berakhlak yang mulia maka Allah akan memudahkan untuk berakhlak yang mulia.

25. Ketika seseorang belajar tauhid maka harus menunjukkan kepada akhlak yang mulia.

26. Jangan pernah remehkan akhlak yang mulia walau hanya bertemu dengan wajah tersenyum.

" لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ ".

27. Dakwah itu tidak harus dengan ceramah, tetapi dakwah harus dengan akhlak.

Ditulis oleh Ustadz Mubarok Bamu'allim, LC, M.HI. Hafizhahullah.

Salam Muda, Salam Berkarya.

Posting Komentar

0 Komentar