Webinar Nasional Seventh Islamic Banking Days 2021

Pada tanggal 8 November 202, Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Periode 2020/2021 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Melaksanakan Opening dan Webinar Nasional Seventh Islamic Banking Days. Adapun tema yang diangkat adalah ‘’ Optimalisasi Islamic Social Entrepeneur pada Sektor Social Finance dan Commercial Finance. Acara Opening Ceremony dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Lubis, Lc., M.A.

Webinar Nasional Himpunan Mahasiswa UIN Jakarta memiliki tujuan Memberikan pemahaman atas paradigma social entrepeneur disandingkan dengan isu-isu yang sejenis yakni filantropi for social development and social development and social justice, pergeseran paradigma filantropi from giving to financing serta isu-isu CSR yang saat ini juga mengalami pergeseran ke arah social Investment, Memberi gambaran atas pengembangan model social entrepreneur dalam Islamic Finance, Memberikan semangat dan motivasi pada kaum Muslimin khususnya para generasi Z untuk tergerak menjadi social entrepreneur dan Sharing pengalaman atas praktik terbaik pada Islamic Social Finance.

Acara Opening dan Webinar Nasional Seventh Islamic Banking Days 2021 yang kolaborasu dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS),Baitul Mal Mualamat (BMM), Social Trustfund.

Terdapat 4 pembicara yang sangat luar biasa. Dr. Ahmad Juwaini, S.E., M.M. (Direktur bidang Keuangan Sosial Syariah KNEKS), Prof. Dr. Minako Sakai (* (Associate Professor in Southeast Asian Social Enquiry and Indonesian Studies UNSW Sydney), Prof. Amelia Fauzia, S.Ag., M.A., Ph.D. (Direktur Social Trust Fund UIN Jakarta), Novi Wardi, SE., MA. (Direktur Eksekutif Baitul Mal Muamalat), dan Moderator yaitu Dosen Perbankan Syariah Ade Ananto Terminanto, M.M.

Sesi materi pertama dengan pembicara yaitu Dr. Ahmad Juwaini, S.E., M.M,. dimulai pada pukul 09:16 WIB dengan materi yang dibahas mengenai Tiga sektor kewirausahaan, yang pertama adalah Private Sektor ini yang paling terkenal atau yang Origin asal muasalnya entrepreneurship, kemudian berikutnya adalah sosial sektor yang kita banyak bicarakan di kesempatan webinar ini, dan juga di public Sector atau dulu beberapa istilah yang digunakan “reinventing government”, sektor publik memiliki visi pengelolaan sektor usaha. Pada dasarnya enterpreneurship itu adalah kewirausahaan yang berorientasi untuk mencapai suatu tujuan tujuan kebaika. enterpreneurship disini adalah enterpreneurship yang berorientasi untuk melakukan perubahan dalam kehidupan baik dalam perubahan dalam konteks masyarakat maupun juga dalam perbaikan planet, artinya keseluruhan alam semesta ini. pada dasarnya enterpreneurship itu memiliki tujuan-tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetapi pada saat yang sama juga memperbaiki lingkungan atau alam semesta ini.

Sesi materi kedua dengan pembicara yaitu Prof. Dr. Minako Sakai. Dimulai pada pukul 09:51 WIB dengan materi yang dibahas mengenai keuangan syariah tentu harus didasarkan oleh nilai-nilai Islam, Sosial Enterpreneur harus memiliki dampak, tetapi jadi Islamic social entrepreneur. Nilai keislaman berdasarkan keinginan untuk berdakwah melalui kegiatan. Dan membahas mengenai BMT, BMT bukan hanya sekedar uang. Prinsip nya memberantaskan rentenir, dikiranya orang yang mencari keuntungan maksimal, sehingga menyulitkan masyarakat, hadirnya BMT memberi bantuan untuk masyarakat. BMT merupakan Bisnis halal wajar di Indonesia yang berpenduduk islam terbanyak, Perhimpunan BMT dan dompet duafa membuat Haluan BMT visi misi bahwa baitul mal zakat harus aktif, BMT telah berhasil untuk memperkuat kinerja dan kelembagaan Ada beberapa BMT yang memberikan Qodrul Hasan , tapi masih membutuhkan ide-ide inovasi sosial, untuk mengatasi masalah sosial.

Sesi materi ketiga dengan pembicara yaitu Prof. Amelia Fauzia, S.Ag., M.A., Ph.D,. Dimulai pada pukul 10:14 WIB dengan materi yang dibahas mengenai Perkembangan praktik filantropi di indonesi: saat ini yang terjadi “filantrofisasi bahkan filantropisasi islam”. Indonesia sebagai Negara terdermawan nomor 1bahkan disaat pandemic Penggunaan dana yang banyak itu relatuf lebih banyak di charity atau “jangka pendek”. Fenomenal Social Entrepreneurship sudah kuat sejak zaman dulu (colonial belanda) Praktek entrepreneur semakin kuat pada lembaga filantropi. Dalam praktek zakat dan wakat terutama wakaf sangat berpotensi antara entrepreneur ship dan filantropi sangat dekat.

Sesi Materi keempat dengan pembicara yaitu Novi Wardi, SE., MA,. Dimulai pada pukul 10:39 WIB dengan materi yang dibahas mengenai Dasar Perbankan dan perbankan Syariah di Indonesia, fungsi Peran perbankan syariah yaitu fungsi bisnis (penghimpunan dan pengumpulan dana/ guna pengembangan bank dan optimalisasi keuntungan untuk zakat perusahaan), dan fungsi sosial (menghimpunan ziswaf kemudian diberikan pada masyarakat). Dalam perbankan syariah sudah mencangkup hal social entrepreneur. Berfikir secara bisnis maksimal dan tidak meninggalkan fungsi sosial. Tata kelola dan transparansi ada laporan-laporan (keuangan maupun zakat), diatur secara kuat oleh undang-undang, Value of Islamic Finance yang ujungnya untuk kemaslahatan masyarakat.

Selain daripada itu, hadir pula Dani Miftahul Akhyar, S.T., M.Si. Head of Community Development & CSR PT. Smartfren Telecom Tbk. Pemaparan beliau mengenai Teman Kreasi yang merupakan program pengembangan komunitas di Smartfren. Lebih dari itu, pihaknya juga mendukung penuh kegiatan-kegiatan yang diadakan para mahasiswa untuk selalu menebar kemanfaatan.


Opening dan Webinar Nasional Seventh Islamic Banking Days 2021 berlangsung pada pukul 08:00 WIB sampai dengan pukul 11:45 WIB via Zoom Meeting dan dihadiri oleh Kepala Program Studi Perbankan Syariah, Ibu Cut Erika Ananda Fatimah, S.E., M.B.A., Sekertaris Program Studi Perbankan Syariah Yuke Rahmawati, M.A., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prof. Dr. Amilin, S.E.Ak., M.Si., Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, Lc., M.A, Ketua Islamic Banking Days 2021 Bahari Abdul Gani, Ketua HMPS Perbankan Syariah, Muhammad Rijalul Humam, Wakil Ketua HMPS Perbankan Syariah, Rahma Sari dan 265 jumlah peserta.

Sumber : Berita Acara 7th IB Days 2021

Posting Komentar

0 Komentar