Sehat Mental Ala Millenial

kahutify.com

Kahutify.com - Bukan hanya kesehatan fisik, kesehatan mental juga perlu dijaga. Menjaga kesehatan mental dapat dilakukan dengan berbagai cara. Bila mental kita sehat dan kuat, kamu bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik, menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain, merampungkan persoalan, serta lebih aktif dan produktif dalam belajar atau bekerja.

Kesehatan mental adalah kesejahteraan yang menjangkau aspek emosional, psikologis, dan sosial seseorang. Oleh karena nya beberapa langkah sederhana bisa diterapkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan mental. Dengan melakukan perubahan ini, maka dapat dipastikan hal ini akan memengaruhi semua aspek kehidupan.

Dilansir dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), seseorang bisa disebut sehat secara mental, apabila ia mampu menyadari kemampuannya, menangani stres dalam kehidupan sehari-harinya, bekerja dengan produktif, serta berkontribusi untuk lingkungan sekitarnya. Selain itu menurut Mental Health, kesehatan mental sangat penting di setiap menapaki fase kehidupan, mulai dari kanak-kanak sampai dewasa. Kesehatan mental yang prima bisa menjaga suasana hati tetap positif, sehingga kualitas hidup secara keseluruhan jadi lebih baik. Beberapa faktor bisa memengaruhi kesehatan mental seseorang. Di antaranya faktor biologis seperti gen atau kimia di otak, pengalaman hidup, dan riwayat keluarga.

Ditengah pandemi menuju new normal ini, banyak diantara kita khususnya generasi millenial yang dituntut untuk belajar menjaga kesehatan mental nya, agar tetap bisa survive dan bertahan dalam gejolak perubahan dan proses pendewasaan. Oleh karena itu, Smartfren Community Jakarta bersama Sharingsantuy.id mengadakan acara bertajuk ''Sharing Santuy'' melalui siaran langsung di instagram @sfcomjakarta yang akan menjadi wadah untuk para millenials dalam membahas seputar kesehatan mental dan isu-isu kekinian.

Sharing Santuy

Pekan lalu, dalam episode pertama nya, ''Sharing Santuy'' bersama Doni Renaldi selaku Leader Smartfren Community Jakarta mengangkat tema ''Tips Merawat Diri Ala Millenial'' yang dipandu oleh Siti Toimah Diana Sari selaku BA @loker.programmer. Melalui siaran langsung tersebut, Doni sapaan akrabnya membagikan 6 tips dalam menjaga kesehatan mental yang ia kutip dari Dr. Lisa Damour, seorang psikolog remaja, penulis best-seller dan kolumnis bulanan New York Times melalui laman unicef.org.
Doni menuturkan bahwa dalam merawat diri dan menjaga kesehatan mental, kita bisa melakukan beberapa hal, diantaranya :

1. Menyadari bahwa cemas adalah perasaan yang wajar

Dr. Lisa Damour mengungkapkan bahwa para psikolog sudah lama menyadari bahwa kecemasan adalah fungsi normal dan sehat yang bisa membuat kita waspada terhadap ancaman, dan membantu kita untuk mengambil tindakan untuk melindungi diri. Kecemasan yang kita rasakan akan membantu kita mengambil keputusan yang harus dibuat saat ini, seperti tidak menghabiskan waktu bersama orang lain atau dalam kelompok besar, mencuci tangan dan tidak menyentuh wajah. Perasaan-perasaan tersebut tidak hanya membantu menjaga dirimu, tapi juga orang lain. Hal inilah yang mencerminkan bagaimana kita ikut menjaga anggota masyarakat. Kita juga memikirkan orang-orang di sekitar kita.

Melalui pernyataan tersebut kita mengetahui bahwa menjadi sesuatu yang lumrah bahwa kita memiliki perasaan yang cemas hingga gegana (gelisah galau dan merana) dalam batas yang wajar. Bahkan adanya perasaan itu menunjukkan bahwa fungsi hati kita bekerja. Bayangkan jika kita sudah tidak memiliki perasaan cemas dan gelisah, padahal diri kita dan lingkungan kita sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Berarti itu sama saja ada yang tidak beres dengan perasaan kita.

2. Cari Pengalihan

Dr. Lisa Damour menyatakan bahwa menurut para psikolog, ketika kita berada dalam kondisi yang sangat sulit, akan sangat membantu untuk mengenali masalah menjadi dua kategori: Hal-hal yang bisa kita kendalikan, dan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan.

Ketika kita sudah mengetahui bahwa dalam kehidupan ini ada hal-hal yang menjadi takdir dan prerogatif tuhan, namun ada hal-hal yang menjadi kehendak yang bisa kita lakukan. Konsep semacam ini dalam agama islam dikenal dengan iman kepada takdir. Nah dengan memahami kedua hal tersebut, maka kita bisa mengoptimalkan pada hal-hal yang bisa kita lakukan. Misalnya ketika kita sedang merasa bad mood, marah, dan sumpek dengan segala problematika, maka kita bisa mengalihkan perasaan itu dengan cara melampiaskannya pada hal-hal positif dan menyenangkan, seperti mengerjakan hobi atau menonton film kesukaan kita. Apalagi jika kita menontonnya menggunakan paket Smartfren Gokil Max dengan kuota sultan harga teman, dijamin deh bad mood nya bakal berubah jadi good mood.

3. Temukan Hal Baru dalam Bersosialisasi

Dalam kondisi yang masih terbatas untuk berkomunikasi secara tatap muka seperti sekarang ini, bersosialisasi dengan media sosial dapat menjadi salah satu alternatif yang efektif. Apalagi dalam bermedia sosial, kita bisa menyalurkan kreativitas kita dalam berinteraksi dengan memanfaatkan platform-platform yang telah tersedia. Dr. Lisa Damour menuturkan bahwa ia tidak akan pernah meremehkan kreativitas remaja. Menurutnya remaja akan menemukan cara untuk [terhubung] dengan satu sama lain secara online melalui cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

4. Fokus Gali Potensi Diri

Doni menyampaikan bahwa pandemi bisa menjadi momen bagi kita untuk fokus belajar dan menggali potensi diri. Hal ini karena selama pandemi, kita banyak menghabiskan waktu di rumah, sehingga kita memiliki banyak waktu luang untuk belajar banyak hal tentang apa-apa yang kita sukai. Salah satunya kita bisa membuka peluang dan menambah insight kita memalui program live instagram Smartfren Community yang didalamnya banyak membahas beragam tema-tema menarik dengan narasumber yang ciamik.

5. Selami Perasaan (Muhasabah)

Suka duka dalam perjalanan kehidupan merupakan sesuatu yang bersifat kodrati. Semua akan bergiliran pada waktunya. Itulah yang akan membuat hidup kita menjadi lebih berwarna. Didalam situasi yang pelik ini cara terbaik untuk mengatasi beragamnya kekecewaan adalah dengan membiarkan dirimu merasakan kekecewaan ini dan berusaha melaluinya. Tetap lanjutkan hidup dan jika merasa sedih, selami perasaan itu. Jika kita bisa membiarkan diri kita merasa sedih, akan lebih cepat pula kita merasa lebih baik.
Disi lain sebagai seorang insan, tentu apa yang telah kita lewati bersama akan menjadi bahan untuk evaluasi dan berbenah diri, sehingga kedepannya diharapkan bisa lebih baik lagi. Melalui menyelami perasaan, kita akan tau apa-apa saja yang harus diperbaiki dan apa-apa saja yang akan menjadi resolusi.

6. Berbagi dan Berbaik Hati

Kepedulian terhadap diri sendiri dan orang lain adalah wujud nyata bahwa kita mencintai diri kita. Maka berusahalah untuk bisa berbagi dan berbaik hati. Misalnya kepada diri sendiri, kita bisa memberikan apa saja yang menjadi hak diri kita, misalnya waktu istirahat yang cukup, reward atas pencapaian yang diraih, bahkan me time untuk menyenangkan diri. Selain itu jika kita mencontohkan berbagi dan berbaik hati kepada orang lain, kita bisa melakukan dengan dengan beragam cara, mulai dari kokreasi, bikin konten bareng, menolong sesama, dan kegiatan bermanfaat lainnya.
Harapannya, melalui ini semua, kesehatan mental kita akan tetap terjaga, sehingga kita bisa selalu optimis dan membawa semangat yang positif.

Salam Muda Salam Berkarya

Posting Komentar

0 Komentar