Identitas Nasional

"Identitas Nasional"
A. Pengertian Identitas Nasional
Istilah identitas nasional dapat disamakan dengan identitas kebangsaan. Secara etimologis, identitas nasional berasal dari kata “identitas” dan “nasional”. Kata identitas berasal; dari bahasa Inggris identity yang memiliki pengertian harfiah; ciri atau tanda jati diri yang melekat pada seseorang, kelompok atau sesuatu yang membedakan dengan yang lain. Kata “nasional” merujuk pada konsep kebangsaan. Jadi pengertian identitas nasional adalah pandangan hidup bangsa, kepribadian bangsa, filsafat pancasila dan juga sebagai ideologi Negara sehingga mempunyai kedudukan paling tinggi dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk disini adalah tatanan hukum yang berlaku di Indonesia, dalam arti lain juga sebagai dasar Negara yang merupakan norma peraturan yang harus dijunjung tinggioleh semua warga Negara tanpa kecuali rule of law” yang mengatur hak dan kewajiban warga Negara, demokrasi serta hak asasi manusia yang berkembang semakin dinamis di Indonesia.
B. Sejarah Terbentuknya Identitas Nasional
Setiap Bangsa pasti memiliki Identitas Nasional, Identitas Nasional memiliki proses pembentukan yang cukup lama, proses yang berhasil untuk membentuk juga menyangkal apa yang akan di tetapkan untuk menjadi Identitas Nasional untuk bangsa Indonesia tercinta. Melalui suatu proses sejarah yang cukup panjang dari zaman kerajaan kerajaan pada abad ke-IV, ke-V kemudian dasar- dasar kebangsaan Indonesia telah dimulai pada abad ke-VIII, yaitu kompilasi timbulnya kerajaan Sriwijaya di bawah wangsa Syailendra di Palembang, kemidian kerajaan Airlangga dan Majapahit di jawa timur serta kerajaan-kerajaan lainya.
Proses terbentuknya nasionalisme yang berakar pada budaya ini menurut yamin di istilahkan sebagia fase terbentuknya nasionalisme lama, dan oleh karena itu beroperasi secara Objektif sebagai dasar dasar Identitas Nasional Indonesia. Oleh karena itu akar- akar nasionalisme Indonesia yang berkembang dalam perspektif sejarah sekaligus juga merupakan tindakan Identitas Nasional, yaitu nilai- nilai yang tumbuh dan berkembang dalam sejarah tumbuhnya bangsa Indonesia.
Secara global, Identitas Nasional Indonesia adalah:
Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia
Bendera negara yaitu sang Merah Putih
Lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya
Lambang Negara yaitu Burung Garuda
Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika
Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila
Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1995
Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
Konsepi Wawasan Nusantara
Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan Nasional.
C. Unsur-unsur Identitas Nasional
Unsur-unsur pembentukan identitas yaitu:
Suku bangsa adalah golongan sosial yang khusus bersifat askriktif (ada sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok atnis dngan tidak kurang 300 dialeg bangsa. Menurut sensus BPS 2010 ada 1340 suku yang terbagi di Indonesia yaitu: Jawa 40,2%, Sunda 15,5%, Batak 3,58%, Madura 3,03%, Betawi 2,88%, Bugis 2,69% dan lain sebagainya.
Agama: bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. Agama-agama yang tumbuh dan berkembang di nusantara adalah agama Islam, Kristn, Katolik, Hindu, Budha, dan Kong Hu Cu. Agama Kong Hu Cu pada masa orde baru tidak diakui sebagai agama resmi negara. Namun sejak pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid, istilah agama resmi negara dihapuskan.
Kebudayaan: adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan  sebagai rujukan dan pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.
Bahasa merupakan unsur pendukung Indentitas Nasional yang lain. Bahasa dipahami sebagai system perlambangan yang secara arbiter dibentuk atas unsur-unsur ucapan manusia dan yang digunakan sebagai sarana berinteraksi anatr manusia.
Dari unsur-unsur Identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi 3 bagian sebagai berikut:
Identitas Fundemental, yaitu pancasila merupakan falsafah bangsa, Bahasa, Dasar Negara, dan Ideologi Negara
Identitas Instrumental yang berisi UUD 1195 dan tata perundangannya, Bahasa Indonesia, Lambang Negara, Bendera Negara, Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”.
Identitas Alamiah, yang meliputi Negara Kepulauan (Archipelago) dan pluralisme dalam suku, bahasa, budaya, dan agama, serta kepercayaan.
Menurut sumber lain disebutkan bahwa satu jati diri dengan dua identitas:
Identasi Primordial
    Orang dengan berbagai latar belakang etnik dan budaya: jawab, Batak, Dayak, Bugis, Bali, Timo, Maluku, dsb.
Identitas Nasional
     Suatu konsep kebangsaan yang tidak pernah ada padanan sebelumnya.
Faktor-faktor Pendukung Kelahiran Identitas Nasional meliputi:
1. Faktor objektif, yang meliputi faktor geografis-ekologis dan demografis.
2. Faktor subjektif, yaitu faktor historis, sosial, politik, dan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.
Kondisi geografis-ekologis yang membentuk Indonesia sebagai wilayah kepulauan yang beriklim tropis dan terletak di persimpangan jalan komunikasi antarwilayah dunia di Asia Tenggara, ikut mempengaruhi perkembangan kehidupan demografis, ekonomis, sosial dan kultural bangsa Indonesia. Selain itu faktor historis yang dimiliki Indonesia ikut mempengaruhi proses pembentukan masyarakat dan bangsa Indonesia beserta identitasnya, melalui interaksi berbagai faktor yang ada di dalamnya. Hasil dari interaksi dari berbagai faktor tersebut melahirkan proses pembentukan masyarakat, bangsa, dan negara bangsa beserta identitas bangsa Indonesia, yang muncul tatkala nasionalisme berkembang di Indonesia pada awal abad XX.
D. Masalah yang terjadi pada Identitas Nasional di Indonesia
Yang menjadi masalah dalam Identitas Nasional Indonesia salah satunya adalah maraknya tentang Globalisasi. Globalisasi sendiri dapat kita artikan adalah di mana zaman atau zaman yang ditandai dengan perubahan di dalam tatanan kehidupan dunia meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi yang mendorong manusia menjadi rumit , serta memunculkan-olah dunia tanpa ruang, karena yang membutuhkannya orang banyak .
Era Globalisasi sendiri dapat mempengaruhi bangsa ini dari sisi nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Era globalisasi tersebut tidak mau, suka tidak suka datang dan menggeser nilai-nilai yang telah ada sejak dulu. Nilai-nilai tersebut, ada yang positif, ada juga yang negatif. Semua ini merupakan tantangan, tantangan, dan peluang bagi bangsa Indonesia untuk berkreasi dan berinovasi di segala bidang kehidupan.
Dengan hadirnya Era Globalisasi di sisi ini, kita dapat menumbuhkan dan mengembangkan inovasi kita selama ini dengan lebih muda dalam bidang bisnis maupun sosial, yang dapat meningkatkan bidang kehidupan yang akan datang untuk menyelamatkan hidup anak-anak cucu penerus bangsa tercinta ini.
Di era globalisasi, pergaulan antar bangsa semakin ketat. Batas antar negara hampir tidak ada artinya, batas wilayah tidak lagi menjadi penghalang. Di dalam pergaulan antar bangsa yang kental itu, akan terjadi proses akulturasi, saling menggantikan, dan saling mempengaruhi di antara budaya masing-masing, membuat setiap perbedaan adalah pembelajaran yang wajib diambil dan dilakukan.
E. Strategi untuk Mengatasi Krisis Identitas Nasional
Begitu banyak hal dalam mengatasi setiap masalah yang terjadi, karena pada pokoknya tidak akan ada masalah tanpa jalan keluar. Yang harus kita lakukan adalah berfikir mencari jalan keluar yang terbaik tanpa ada yang mengambil. Sebenarnya banyak cara untuk mengatasi masalah Identitas Nasional yang ada di Negara Indonesia.
Strategi untuk mempertahankan Identitas Nasional salah satunya ialah dengan mengikuti kegiatan upacara yang sering di adakan di sekolah salah satunya.
Adapula hal lain yang dapat mempertahankan Identitas Nasional yaitu dengan memupuk rasa nasionalisme yang tinggi dan juga sadar terhadap unsur-unsur fundamental, instrumental dan pula natural yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Kesimpulan
Sekilas kata-kata diatas memang membuat tanda tanya besar dalam memaknainya.Beribu - ribu kemungkinan yang terus melintas dibenak pikiran, untuk menjawab seuah pertanyaan yang membahas tentang identitas nasional.Identitas nasional merupakan suatu ciri yang dimiliki oleh bangsa kita untuk dapat membedakannya dengan bangsa lain.
Identitas Nasional Indonesia.
Identitas Nasional adalah sebuah kesatuan yang terikat oleh wilayah dan selalu memiliki wilayah (tanah tumpah darah mereka sendiri), kesamaan sejarah sistem hukum/perundang  undangan, hak dan kewajiban serta pembagian kerja berdasarkan profesi.
Sejarah Identitas Nasional
Melalui suatu proses sejarah yang cukup panjang dari zaman kerajaan kerajaan pada abad ke-IV, ke-V kemudian dasar- dasar kebangsaan Indonesia telah dimulai pada abad ke-VIII, yaitu kompilasi timbulnya kerajaan Sriwijaya di bawah wangsa Syailendra di Palembang, kemidian kerajaan Airlangga dan Majapahit di jawa timur serta kerajaan-kerajaan lainya.
Faktor-faktor pendukung kelahiran identitas nasional ada lima , yaitu sejarah kebudayaan, suku bangsa, agama dan bahasa. Ke lima faktor tersebut pada dasarnya tercakup dalam proses pembentukan identitas nasional bangsa Indonesia, yang telah berkembang dari masa sebelum bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain.
Hal -hal yang menyebabkan hilangnya Identitas Nasional
Era Globalisasi dapat mempengaruhi bangsa ini dari sisi nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Era globalisasi tersebut tidak mau, suka tidak suka datang dan menggeser nilai-nilai yang telah ada sejak dulu. Nilai-nilai tersebut, ada yang positif, ada juga yang negatif. Semua ini merupakan tantangan, tantangan, dan peluang bagi bangsa Indonesia untuk berkreasi dan berinovasi di segala bidang kehidupan.
Strategi untuk mempertahankan Identitas Nasional salah satunya ialah dengan mengikuti kegiatan upacara yang sering di adakan di sekolah salah satunya. Adapula hal lain yang dapat mempertahankan Identitas Nasional yaitu dengan memupuk rasa nasionalisme yang tinggi dan juga sadar terhadap unsurunsur fundamental, instrumentl dan pula natural yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_bangsa_di_Indonesia 25/3/2019. 16:35
Kaelan dan Zubaidi.2007.Pendidikan Kewarganegaraan.Yogyakarta:Paradigma, Edisi pertama.
Kohn, Prof.Hans, 1984, NASIONALISME arti dan sejarahnya. Jakarta:Erlangga
Syarbani Syahrial, Wahid Aliaras. 2006;Membangun Karakter dan Kepribadian melalui Pendidikan Kewarganegaraan, UIEU  University Press, Jakarta.
Suryo, Joko. 2002, Pembentukan Identitas Nasional, Makalah Seminar Terbatas Pengembangan Wawasan tentang Civic Education, LP3 UMY, Yogyakarta.
Wahidin, 2002. PENDIDIKAN KEWARGANEGAAN Jakarta: INMEDIA.

Posting Komentar

0 Komentar