10 Poin Penting Sebelum Perayaan Nuzulul Qur'an

10 POIN PENTING
Sebelum perayaan Nuzulul Qur'an di Tanah Air yang Kucinta
(Pelajaran & Pelurusan)
=============================

Hanya 10 poin pembahasan :

1. Al Qur'an diturunkan pada bulan Ramadhan.

Allāh ta'ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ

"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)". QS. Al-Baqarah: 185.

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

يَمْدَحُ تَعَالَى شهرَ الصِّيَامِ مِنْ بَيْنِ سَائِرِ الشُّهُورِ، بِأَنِ اخْتَارَهُ مِنْ بَيْنِهِنَّ لِإِنْزَالِ الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ فِيهِ

"Allāh memuji bulan puasa ini dari sekian bulan-bulan lainnya dikarenakan telah memilihnya untuk diturunkannya Al Qur'an yang mulia padanya".¹

2. Dari sekian hari Ramadhan tersebut, di antara 10 hari akhirlah Al Qur'an diturunkan.

Banyak sekali hadits yang menjelaskan hal ini, di antaranya:

- Hadits  isyah radhiallahu ànhā, Nabi ﷺ bersabda, "Carilah Lailatul Qadr di antara 10 akhir Ramadhan!" (HR. Bukhari & Muslim).

- Hadits Abu Hurairah radhiallāhu ànhu, Nabi ﷺ bersabda, "Pernah diperlihatkan padaku dalam mimpi kapan terjadinya Lailatul Qadr lalu aku dibangunkan oleh sebagian keluargaku sehingga aku terlupakan darinya, namun carilah lailatul Qadr itu di antara 10 akhir Ramadhan!". (HR. Muslim)

- Hadits  isyah radhiallahu ànhā, bahwa Nabi ﷺ iti bersungguh-sungguh di 10 akhir dengan kesungguhan yang mengalahkan di waktu lainnya. HR. Muslim

Asy-Syaikh Sa'ad Al-Qahthāniy rahimahullah berkata, "Tidaklah diragukan kesungguhan dalam ibadah beliau itu dalam rangka mencari lailatul Qadr di 10 akhir Ramadan", dan beliau juga berkata, "Tidaklah diragukan Lailatul Qadr itu terjadi di antara 10 akhir Ramadhan tanpa ragu sedikitpun".²

3. Tidak tepatnya jika dikatakan peristiwa Al Qur'an diturunkan sebelum 10 akhir tersebut.

Berdasarkan dalil-dalil yang shahih, para Ulama menjelaskan bahwa hanya di antara 10 akhir dari bulan Ramadhan lah yang diinginkan dalam pembahasan ini yaitu diturunkannya Al Qur'an, adapun pendapat-pendapat selain itu tidaklah tepat karena berdasarkan dalil-dalil yang tidak bisa dijadikan sandaran, khususnya pendapat yang mengatakan turunnya Al Qur'an pada tanggal 17 Ramadhan, hadits yang dijadikan sandaran pendapat ini adalah hadits Ibnu Masùd, ia berkata "Rasulullah ﷺ bersabda kepada kami,

اطلبوها ليلة سبع عشرة من رمضان وليلة إحدى وعشرين وليلة ثلاث وعشرين ثم سكت

"Carilah ia (yakni lailatul Qadr) pada malam 17 Ramadhan, 21 dan 23!" Lalu beliau diam.

Hadits ini diriwayatkan oleh imam Abu Daud dalam sunannya no. 1384, Imam Al Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no. 8543.

Catatan penting untuk hadits ini :

Secara periwayatan, terdapat beberapa kelemahan pada sanad-sanadnya, di antaranya:
- Hakim bin Said Ar-Raqiy beliau ini dihukumi oleh para ahli hadits riwayatnya dha'if.
- Abdullah bin Amr Ar-Raqiy, beliau ini tsiqah akan tetapi terkadang wahm.
- Abu Ishaq, Amr bin Abdillah Al-hamdani As-Sabi'iy, mudallis bahkan mukhtalith.
Dan, inilah poros penyebab kelemahan riwayat tersebut.³

Secara makna, yang tersirat bahkan tersurat dari riwayat tersebut tidak sejalan dengan riwayat-riwayat lain yang lebih banyak dan lebih shahih, bahkan terhadap riwayat yang juga dari Ibnu Mas'ud tentang lailatul Qadr itu di 10 akhir Ramadhan, juga bertentangan dengan riwayat yang menjelaskan bahwa Nabi itu kesungguhannya terlihat di 10 akhir dan tidak di sebelumnya. Oleh karena itulah Asy-Syaikh Al-Albaniy menghukumi hadits tsb dengan mungkar.⁴

Dan ada beberapa riwayat yang lainnya, namun secara keseluruhan bisa disimpulkan bahwa riwayat yang menerangkan diturunkannya Al Qur'an sebelum 10 akhir Ramadhan adalah lemah dan tidak bisa dijadikan sandaran.

Imam Nawawi dari kalangan Asy-Syafi'iyyah berkata, "Yang masyhur dalam madzhab kami bahwa lailatul Qadr itu terbatas kejadiannya pada 10 akhir Ramadhan Saja.

4. Diturunkannya Al Qur'an itu juga disebut dengan "Nuzulul Qur'an".

Sangat jelas sekali, berdasarkan ayat dan hadits dalam masalah ini, di antaranya:

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

"Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia)." QS. Al-Furqān: 1

5. Sehingga, Nuzulul Qur'an itu Lailatul Qadr dan Lailatul Qadr itulah Nuzulul Qur'an.

Tidak bisa dipisahkan, berdasarkan ayat-ayat di atas.

Tanya:
Apa yang kita inginkan dengan Nuzulul Qur'an itu?
Jawab:
Peristiwa turunnya Al Qur'an.

Tanya:
Lalu, bagaimana dengan lailatul Qadr?
Jawab:

6. Perayaan Nuzulul Qur'an, tiap 17 Ramadhan?

- Tidak tepat secara syari, sebagaimana penjelasan di atas akan apa yang diinginkan secara syariat dan kapan terjadinya "Nuzulul Qur'an".

- Sangat bertentangan dengan semua hadits yang menjelaskan bahwa lailatul Qadr itu terjadi di antara 10 akhir Ramadhan dengan berbeda-beda, ada hadits yang menjelaskan 21, 23, 25 dst.

Adapun jika dikatakan Nuzulul Qur'an itu pada 17 Ramadhan, maka itu artinya sudah memastikan dan menetapkan, dengan demikian hilangkan hikmah disembuyikannya kepastian lailatul Qadr dan bersungguh-sungguh di 10 akhir Ramadan.

- Tidak Ada hari raya yang dirayakan dan dibesarkan layaknya hari 'id dalam Islam selain yang telah dijelaskan oleh Nabi kita Muhammad ﷺ, seperti 'Idul Fitri, Adha dan Jumat dalam sepekan.

Dan, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk yang datang dari Allah dan Rasul-Nya ﷺ.

7. Lailatul Qadr itu adalah malam penuh dengan kemuliaan, tugas kita adalah menghidupkannya dengan berbagai amal Shalih untuk mendapatkan kemuliaan tersebut, bukan merayakannya.

- Karena di saat peristiwa lailatul Qadr semua amal Shalih akan dilipatgandakan pahalanya bahkan nilainya lebih baik daripada amal Shalih yang dikerjakan selama 1000 bulan.

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

"Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan." QS. Al-Qadr: 3.

8. Amalan Shalih yang paling dianjurkan untuk diperbanyak ketika lailatul Qadr.

Seluruh amalan Shalih sangat dianjurkan untuk mengisi malam tersebut namun ada sebagian Ulama menekankan dengan shalat, dan ada juga dengan baca Al Qur'an dan ada juga dengan dzikir dan seterusnya, dari perbedaan-perbedaan yang bisa dikompromikan.

Diantaranya do'a yang diajarkan Nabi ﷺ kepada  isyah radhiallāhu ànhā:

" اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني "

[Allāhummā innaka àfuwun tuhibbul àfwa fa'fu ànniy]

"Ya Allāh! Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, mencintai kemaafan maka maafkanlah aku". HR. Ahmad, Tirmidziy, An-Nasaiy dan Ibnu Majah, lihat Ash-Shahihah: 3337.

Nabi ﷺ bersabda, "Barang siapa yang menghidupkan lailatul Qadr dengan dasar iman dan ihtisab maka akan diampuni dosanya yang telah lalu" (HR. Bukhari & Muslim)

9. Tujuan utama Qur'an diturunkan.

Allah ta'ala berfirman:

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

"Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran." QS. Shad: 29.

10. Bagaimana Perisitiwa Turunnya Al Qur'an?

Pernah suatu saat, Àthiyyah bin Al-Aswad rahimahullāh berkata kepada Ibnu  bbās radhiallāhu ànhumā, "Ada kebimbangan di hatiku, tentang ayat yang Allah berfirman padanya:

﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزلَ فِيهِ الْقُرْآنُ﴾

"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an".

Dan firman-Nya yang lain:

﴿إِنَّا أَنزلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ﴾

"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi." (QS. Ad-Dukhan: 3).

Serta, firman-Nya yang lain:

﴿إِنَّا أَنزلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ﴾

"Malam Al-Qadr itu lebih baik daripada seribu bulan." QS. Al-Qadr: 3.

Bukankah, Al Qur'an juga diturunkan di bulan Syawwāl, Dzul Qa'dah, Dzul Hijjah, Muharram, Shafar, Bulan Rabi'?

Maka, Ibnu Àbbās radhiallāhu ànhumā menjawab:

إِنَّهُ أُنْزِلَ فِي رَمَضَانَ، فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَفِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ جُمْلَةً وَاحِدَةً، ثُمَّ أُنْزِلَ عَلَى مَوَاقِعِ النُّجُومِ تَرْتِيلًا فِي الشُّهُورِ وَالْأَيَّامِ.

"Al Qur'an itu diturunkan di bulan Ramadhan, pada saat lailatul Qadr, malam penuh keberkahan dengan sekaligus keseluruhan, kemudian diturunkan di atas beredarnya bintang-bintang dengan berangsur-angsur, sepanjang bulan-bulan dan hari-hari".⁶

Dan beliau juga berkata:

أَنْزَلَ اللَّهُ الْقُرْآنَ جُمْلَةً وَاحِدَةً مِنَ اللَّوْحِ الْمَحْفُوظِ إِلَى بَيْتِ العِزّة مِنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا، ثُمَّ نَزَلَ مُفَصَّلًا بِحَسْبِ الْوَقَائِعِ فِي ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ سَنَةً على رسول الله صلى الله عليه وسلم.

"Allāh menurunkan Al-Qur'an dengan sekaligus satu kali dari Lauhul Mahfudz ke Baitul 'Izzah di langit dunia, kemudian turun berangsur-angsur sesuai peristiwa selama 23 tahun kepada Rasulullah ﷺ". Tafsir QS. Al Qadr.

Demikianlah risalah ringkas ini, semoga Allah senantiasa memberi taufik dan hidayah serta istiqamah kepada kita semuanya.
_____
¹Tafsir Ibnu Katsir, QS. Al Baqarah: 185.
²Ash-Shiyām Fil Islām Fi Dhau'il Kitab was Sunnah, hal. 423-425.
³Syarh Sunan Abi Daud oleh Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-Badr hafidhzahullah.
⁴Dha'if Abi Daud.
⁵Al-Majmu': 6/449.
⁶Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hātim dan Ibnu Mardawaih, dan ini adalah lafadzh dari riwayat beliau, lihat tafsir Ibnu Katsir: QS. Al Baqarah: 185.

Ustadz Hudzaifah Bin Muhammad Hafizhahullah
Perpustakaan Dārul Hadits Fiyusy, Yaman.
Juma'at 12 Ramadhan 1440 - 17 Mei 2019.

Posting Komentar

0 Komentar