Langsung ke konten utama

Postingan

Kedudukan Akhlak dalam Islam

Postingan terbaru

Webinar Nasional Seventh Islamic Banking Days 2021

Pada tanggal 8 November 202, Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Periode 2020/2021 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Melaksanakan Opening dan Webinar Nasional Seventh Islamic Banking Days. Adapun tema yang diangkat adalah ‘’ Optimalisasi Islamic Social Entrepeneur pada Sektor Social Finance dan Commercial Finance. Acara Opening Ceremony dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Lubis, Lc., M.A. Webinar Nasional Himpunan Mahasiswa UIN Jakarta memiliki tujuan Memberikan pemahaman atas paradigma social entrepeneur disandingkan dengan isu-isu yang sejenis yakni filantropi for social development and social development and social justice, pergeseran paradigma filantropi from giving to financing serta isu-isu CSR yang saat ini juga mengalami pergeseran ke arah social Investment, Memberi gambaran atas pengembangan model social entrepreneur dalam Islamic Finance, Memberikan semangat dan motivasi pada kaum Muslimin khususnya para gen

Sehat Mental Ala Millenial

Kahutify.com - Bukan hanya kesehatan fisik, kesehatan mental juga perlu dijaga. Menjaga kesehatan mental dapat dilakukan dengan berbagai cara. Bila mental kita sehat dan kuat, kamu bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik, menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain, merampungkan persoalan, serta lebih aktif dan produktif dalam belajar atau bekerja. Kesehatan mental adalah kesejahteraan yang menjangkau aspek emosional, psikologis, dan sosial seseorang. Oleh karena nya beberapa langkah sederhana bisa diterapkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan mental. Dengan melakukan perubahan ini, maka dapat dipastikan hal ini akan memengaruhi semua aspek kehidupan. Dilansir dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), seseorang bisa disebut sehat secara mental, apabila ia mampu menyadari kemampuannya, menangani stres dalam kehidupan sehari-harinya, bekerja dengan produktif, serta berkontribusi untuk lingkungan sekitarnya. Selain itu menurut Mental Health, kesehatan mental sangat penting d

Kokreasi Inovatif bareng UN1TY & Dari Jendela SMP, Smartfren Ajak Generasi Muda Untuk Buka Peluang Melalui UN1TY FrenZone Challenge

Kahutify.com  - Di era industri 4.0 ini, i ndustri kreatif memang semakin berkembang yang dibuktikan dari makin beragamnya konten yang disajikan. Mulai dari vlog , gamers, saham  hingga podcast, kreativitas anak muda zaman now  dalam membuat konten kreatif  memang sebaiknya bisa dimaksimalkan . Terlebih industri kreatif menjadi salah satu kontributor terbesar bagi industr i  telekomunikasi.  Sebagai salah satu contoh dalam bidang konten kreatif, saat ini Smartfren Community Jakarta menghadirkan program Live Instagram bertajuk “Sharing Santuy’’ yang dilaksanakan setiap malam minggu, dimana didalam ''Sharing Santuy'' ini akan membahas tentang tema-tema yang berkaitan dengan Millenial. Program ini diharapkan mampu menjadi wadah untuk generasi millenial dalam berdiskusi, menyampaikan opini, berbagi pengalaman gokil dan tentunya saling memberdayakan dengan kokreasi. Baca Juga   Yuk Ngonten di Smartfren WOW Labs Jika kita menilik di  era digital seperti sekarang ini, berselan

Hukum Membaca Basmalah

P ertanyaan: Saya pernah mendengar hadis bahwa membaca basmalah disunahkan di setiap kegiatan penting. Apakah disunahkan baca basmalah ketika memulai nge-game? Jawab: Bismillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu secara marfu’, كُلُّ أَمْرٍ ذِى بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيهِ بِذِكْرِ اللهِ أَقْطَعُ “Semua urusan penting yang tidak diawali dengan dzikrullah maka itu terputus (keberkahannya).” (HR. Daruquthni 896) Makna dzikrullah dalam hadis di atas bisa basmalah, hamdalah maupun dzikir lainnya. Hanya saja, hadis ini dinilai dhaif oleh sebagian ulama, seperti Syaikh al-Albani (al-Irwa, 1/30). Terkait basmalah, sebagian ulama menyebutkan bahwa bacaan ini memiliki 5 hukum: wajib, sunah, mubah, makruh, dan haram. Abu Bakr Ad-Dimyathi dalam Hasyiyah-nya untuk I’anatul Thalibin – kitab Syafi’iyah – mengatakan, البسملة مطلوبة في كل أمر ذي بال أي حال يهتم به شرعا بحيث لا يكون محرما لذاته ولا مكروها كذلك، ولا من سفاسف الأمور

Terlintas Ingin Maksiat, Berdosakah?

Terlintas Ingin Maksiat, Berdosakah? Pertanyaan: Apakah jika di benak kita terlintas keinginan untuk berbuat dosa atau maksiat, namun tidak sampai melakukannya sudahkah dianggap dosa atau keharaman? Jawaban: Punya pikiran untuk bermaksiat tidak dianggap sebagai suatu dosa atau keharaman. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah memaafkan umatku jika hanya terlintas dalam dirinya selama tidak diamalkan atau tidak dibicarakan.” (HR. Abu Daud dalam sunannya) Namun jika ia sudah bertekad untuk melakukan maksiat lalu ia tahan karena takut pada Allah sehingga ia pun mengurungkan melakukan maksiat, maka seperti itu dicatat sebagai satu kebaikan yang sempurna. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa Allah mencatatnya mendapat satu kebaikan yang sempurna. Akan disebut, ia telah meninggalkan maksiat karena Allah. Akan tetapi, jika seseorang terpikir maksiat, hendaknya ia memalingkan dari pikiran semacam itu. Pikiran seperti itu

Akibat Berpaling dari Al-Qur'an

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Allah ﷻ menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad ﷺ melalui perantara Malaikat Jibril sebagai Rahmatan Lil'alamin, yang di dalamnya terdapat petunjuk bagi manusia agar selamat di dunia dan akhirat. Allah ﷻ berfirman di dalam QS Al-Baqarah : 185 شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ  Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Namun, bagaimana jadinya jika kita lalai dari Al-Qur'an? Apa dampak yang akan kita rasakan jika kita berpaling terhadap Al-Qur'an? Allah ﷻ berfirman dalam  QS Ta Ha : 124 وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan